Plastik wrapping atau stretch film adalah lapisan plastik elastis yang dililitkan pada pallet atau tumpukan barang untuk menjaga kestabilannya selama proses distribusi. Meski terlihat sederhana, pemilihan dan pemakaian yang tepat sangat memengaruhi efisiensi biaya packing pabrik.
Fungsi utama stretch film
Selain melindungi barang dari debu dan kelembapan, fungsi terpenting stretch film adalah menjaga tumpukan pallet tetap kokoh selama pengangkutan — mengurangi risiko barang bergeser, jatuh, atau rusak di perjalanan.
Memilih ketebalan yang tepat
Stretch film umumnya tersedia dalam ketebalan 17-23 micron. Ketebalan 17 micron sudah cukup untuk kebutuhan standar seperti pembungkusan kardus ringan dan menengah, sementara barang dengan bobot berat atau sudut tajam sebaiknya menggunakan ketebalan yang lebih tinggi agar tidak mudah sobek.
Manual vs mesin (wrapping machine)
Untuk volume packing kecil-menengah, pembungkusan manual dengan stretch film roll masih cukup efisien. Namun untuk pabrik dengan volume pengiriman tinggi, penggunaan mesin wrapping otomatis akan jauh menghemat waktu dan menghasilkan lilitan yang lebih konsisten dibanding manual.
Cara menghitung kebutuhan roll
Kebutuhan stretch film dipengaruhi oleh ukuran pallet, jumlah lilitan (biasanya 3-5 lilitan per pallet untuk kestabilan standar), dan panjang roll yang dipakai. Semakin panjang roll (misalnya 300m dibanding 100m), semakin sedikit frekuensi penggantian roll saat produksi berjalan — ini menghemat waktu operasional meski harga per roll lebih tinggi.
Kesalahan umum saat memakai stretch film
- Melilit terlalu longgar sehingga tumpukan tetap goyang saat diangkut
- Menggunakan ketebalan terlalu tipis untuk barang berat, menyebabkan sobek di tengah jalan
- Tidak menutup bagian atas pallet, membuat barang rentan terhadap debu dan air
Butuh konsultasi kebutuhan lakban atau plastik wrapping untuk pabrik Anda?
Konsultasi via WhatsApp